Waktu itu jam pelajaran masih berlangsung, perut gue rasanya gag enak banget, bisa dibilang kaya orang mau boker. Gag mungkin donk gue boker di kelas. Menahannya lebih pas sepertinya. Semakin lama di tahan semakin besar hasrat untuk melepaskan gas amonia itu. Gag tahan juga, akhirnya lepaslah gas amonia itu ke udara. Bau. Berkali kali gue lakuin itu (buseeet pantat panas booo). Dan dahsyat nya temen sebangku gue bilang gini "Bu guru ada yang berak di celana"
Dalam hati gue "WHAAAT!! Pup??!! Im fart not pup!!" (Saaah anak SD kelas 2 jaman 90an dah bisa bahasa inggris, yang ini gag real)
Bu guru bilang, "Siapa?"
"Ini bu sebelah saya berak di celana." (lebay lu ¬_¬)
Yah gue jawab aja dengan polos "Gag bu cuma kentut aja"
Tapi saat itu emang aneh bau kentutnya gag ilang2 walau udah hampir 10 menitan. Hmmm sungguh aneh.
Trus guru gue ngomong ke gue, "Coba kamu berdiri biar ibu liat."
Berdirilah gue. Pas diliat pantat gue itu basah ma meeen. Oh nooo!!! What is this??!! Tidaaaaakk!!! Dunia seakan runtuh beserta isinya. Wah bener kayanya gue berak di celana ni. Berak kok gag berasa ya? Perasaan gue, itu cuma kentut, kentut terpanas yang gue rasain. Hmmm, bu guru trus bilang "Udah kamu pulang aja, kamu mencret". Jleeeb pedang seribu nusuk jantung. (kaya film kolosal ada pedang2annya) Ternyata gue mencret.
Kesimpulannya sekarang gue ngerti, kalo mencret dilarang kentut, karena kentut yg dikeluarin bukan gas amonia aja tapi gas amonia beserta isinya. Dan itu lebih sangat membahayakan keselamatan jiwa dan raga umat manusia.

1 komen:
whahhahahaaaaaaaa
Posting Komentar